Transfer Energi Dalam Transaksi

TRANSFER-ENERGI-DALAM-TRANSAKSI

CEO words
Kamis, 4 Agustus 2016

Saya sebenernya sedang kebingungan, apakah kisah berikut ini nasuk kedalam kategori kisah santai atau malah jadi materi berat di zid club. Setelah saya pertimbangkan, kisah sederhana yang saya alami ini, ada baiknya diangkat menjadi materi serius.

*****

Saya memiliki seorang sahabat pengusaha besar di priangan timur. Suatu hari, beliau mengajak Saya untuk menghadiri sebuah seminar yang dibawakan oleh mitra bisnisnya. Sahabat Saya ini adalah salah satu investor apartemen yang sedang digarap oleh pembicara.

Saat itu, kebetulan Saya sedang mengikuti tulisan-tulisan sang pembicara, dan sepak terjangnya dalam membangun beberapa tower apartemen. Usia juga masih muda, seumuran dengan Saya. Maka wajarlah jika Saya lompat kegirangan.

Yang membuat Saya lebih girang lagi, Sahabat Saya yang pengusaha tersebut berkata,¬†“Udah bro, ane bayarin, VVIP, duduk depan, ntar makan siang bareng dia, ketemuan aja sama gw di hotel ya.”

Di hari H, Saya hadir dengan sepenuh jiwa raga, Saya duduk di depan, mendengarkan dengan seksama, bahkan mengikuti sampai acara makan siang.

Tapi…

Tapi Saya merasakan ada hal yang aneh…

Kok Saya tidak merasakan apa-apa ya. Jiwa Saya merasa datar. Saya pun tidak merasakan sesuatu yang istimewa dari paparannya. Intinya, Saya BOSAN.

Hingga sesi makan siang, gak tanggung-tanggung, Saya makan satu meja dengan sang pembicara, tetapi.. lagi-lagi tidak berasa apa-apa, bahkan Saya ijin keluar terlebih dahulu untuk sholat. Dan tidak masuk lagi. Huffft…

*****

Saya kira, semua merasakan hal yang sama, hingga akhirnya, Saya berbincang dengan teman yang secara tidak sengaja hadir ke acara tersebut : Mas Dewa Eka Prayoga dan Mas Mirza G. Indralaksana. Kami akhirnya berbincang paska seminar.

Sambil menyantap makan sore, mereka berdua membahas tentang isi materi dari seminar. Antusias sekali. Ini kelasnya Guru Dewa dan Guru Mirza nih, kok demen sama seminarnya, Saya sih nggak.

Saya akhirnya tidak curiga dengan pembicara, Saya akhirnya melihat ke diri Saya sendiri. Berarti, Saya yang salah nih, kol hati Saya mati begini, kok gak ada getaran pemahaman.

Maka Bro Dewa langsung nembak,

“Kang Rendy bayar?”

Saya langsung jawab “nggak lah wa, kan diajak Mas itu, gratis, investor itu mas.”

Guru Dewa langsung nyerocos, “pantas gak ngefek, wong gratisan.”

DEGGGG. Saya tertusuk. Jelas ini masalahnya.

*****

Saya kemudian berfikir, merenung dana menemukan. Bahwa ada keberkahan dalam transaksi. Gratis itu gak selalu baik.

Seseorang bekerja, kemudian mendapatkan uang. Maka didalam uang tersebut, tersimpana nergi yang di-zip. Ketika uang dibelanjakan, kita sebenarnya tidak sekedar memberi uang, namun kita memberikan energi ke pihak yang menjual barang atau jasa.

Seseoramg yang MEMBERI kan energi, pasti akan MENERIMA energi. Inilah yang akhirnya Saya sadari. Dan setelah kejadian itu, Saya jadi waspada dengan ajakan yang gratisan, atau membayar yang terlalu rendah dari value yang saya terima.

*****

Tepat sebulan yang lalu Saya mendaftar ke Grounded Coach DR Imam Elfahmi. Sahabat Saya menyebut sebuah angka investasi program pelatihan 5 hari.

“Murah Rend, cuma sekian”

Setelah Saya mendaftar untuk angkatan akhir agustus ini, biayanya hampir melompat 2x.

Saya terdorong untuk nawar. Tapi Saya teringat kejadian seminar garing. Maka saya putuskan deal tanpa nawar. Karena saya tahu, 5 hari full coaching sengan DR Fahmi itu valuenya gak terukur. Saya gak mau gak dapat berkah belajar. Dan ini riil.

******

Terjawab juga kasus-kasus yang lain yang terjadi di kehidupan Saya.

Saat Saya keliling ke lebih dari 10 kota di Pestawirausaha TDA, Saya bawa handycam sendiri, Saya merekam diri Saya sendiri. Saya upload ke YouTube, berharap kawan-kawan bisa belajar gratis di YouTube. Agar terjadi perbaikan pada dunia usaha.

Tetapi ternyata video Saya teronggok begitu saja. Jarang ada yang mereshare atau viral. Atau bahkan menonton dengan seksama. Akhirnya, semua video itu Saya unlisted. Saya simpan saja untuk kemudian Saya jadikan bonus bagi sahabat yang mau belajar.

*****

Hari ini, saya mendevelop Sekolah Bisnis di www.DuaKodiKartika.com. Konsepnya sama, Saya ngisi seminar, Saya videokan serius. Pake lighting, canera HD, pake mic in. Lalu Saya upload ke platform.

Dahulu, aktivitas begini Saya gratiskan, dan Saya sudah diingatkan Mas Dewa dan ngeyel.

Kali ini, agar transfer energi terjadi, dengan sepenuh hati dan tanpa hambatan, Saya mentransaksikan pembelajaran Saya. Manfaat untuk kami di manajemen, dan manfaat untuk Anda secara dampak energi pemahaman.

Semoga kita bisa saling bertukar energi.

*****

Demikian tulisan Saya.

Lesson dari tulisan ini : jangan suka mendapatkan hal yang gratis. Andai kata pun mendapatkan hal gratis seperti TFM nya mas Jaya Setiabudi kemarin lalu, balas dengan menulisnya di FB, balas dengan mengatakan hal baik tentang Mas Jaya dan Yubi, gunakan produk Yubi. Jangan sampai jadi manusia yang terus menjadi PARASIT energi, tanpa pernah memberi.

#KerasModeON

Rendy Saputra
CEO Keke Busana
Pengajar Sekolah Bisnis www.DuaKodiKartika.com
Mentor Utama www.MelekFinansial.co

Sumber: Zid Club РBelajar Bisnis bareng Kang Rendy

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *