Mencari Dunia Harus Dengan Ilmu

Mencari Dunia Harus Dengan Ilmu

Subang, 14/02/2014. “Pak Heppy, apa hukumnya bisnis MLM dan apa pendapat Bapak tentang itu?” seorang peserta bertanya kepada Presiden IIBF, Heppy Trenggono. Penanya itu adalah adalah guru lembaga pendidkan Asy-Syifa, Subang, tempat acara itu berlangsung. Guru itu bertanya berkaitan adanya pro kontra seputar MLM dan seringnya dia diprospek oleh kawan-kawannya untuk bergabung di MLM tertentu. Dia sendiri belum memutuskan bergabung karena masih diliputi keraguan dan belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

“Untuk masalah hukum, nanti tanya ke ustadz ahli fiqih yang faham tentang itu. Namun untuk bisnisnya sendiri tolong dilihat apakah jual belinya yang ditonjolkan atau money game- nya,” jawab Heppy. Karena banyak skema MLM seolah-olah seperti menjual produk tetapi permainan sesungguhnya adalah money game (permainan uang). Jika itu yang terjadi, secara prinsip itu melanggar karena bukan jual beli yang terjadi tetapi anda masuk dalam jaringan permainan uang. Permainan uang inilah yang akan membuat kehidupan akan terganggu karena dalam money game kelihatannya ada transakasi besar tetapi tidak ada kehidupan yang terbangun.

“Negara seperti Amerika mengatur sangat ketat bsinis MLM, bahkan China melarang MLM di negaranya,” tegas Heppy. Bila dua negara itu memperlakukan sangat khsusu terhadap MLM, harusnya kita lebih kritis bila berhadapan dengan tawaran-tawaran bisnis jenis ini karena pasti ada sesuatu di dalamnya yang mengganggu bangunan ekonomi sebuah bangsa. Apa lagi di Indonesia sering masuk berbagai jenis permainan uang berbungkus bisnis yang di negara asalnya sudah lama ditinggalkan karena banyak membawa kehancuran para pelakunya. Dalam situasi negara tidak campur tangan memproteksi masyarakat dari permainan seperti itu, maka kitalah yang harus membentengi diri sendiri.

Baca juga:  10 Tips Sukses untuk Pengusaha UKM

“Tapi ini yang punya adalah seorang ustadz terkenal pak, dan sebagian yang gabung adalah para ustadz juga,” guru itu menyela. Tampaknya dia ingin meyakinkan bahwa apa yang dimaksudkannya itu adalah sesuatu yang baik-baik saja dan tidak masalah karena garansi nama besar seorang ustadz. Menanggapi pertanyaan itu Heppy tersenyum dan menjawab,”Mencari dunia harus dengan ilmu, bu.” Bisnis itu kata Heppy sama dengan penyerbukan kurma di zaman Rosulullah. Ketika itu beberapa sahabat protes kepada Rosulullah karena hasil panen kormanya menurun karena Rosul memberi saran salah tentang penyerbukan korma. “Kamu lebih tahu tentang urusan duniamu,” kata Rosul menjawab protes para sahabat itu.

Masalahnya kemudian, banyak urusan dunia yang dijual dengan menggunakan “symbol” akhirat. Kata-kata seperti berkah, syariah, ustadz, jariah, sedekah dan lain-lain kerap diekploitir sebagai bahasa marketing untuk menjaring costomer dari segmen yang memiliki bahasa itu. “Banyak orang yang kehilangan uang karena terjebak dalam investasi bodong yang menggunakan bahasa-bahasa sejenis itu,” jelas Heppy. Mengapa? Karena tidak memiliki ilmunya. Padahal untuk sukses dunia kita harus menguasai ilmunya terlebih dulu. Kata kuncinya Always Learn, Selalu Belajar. Maka ketika belum menguasai permainannya jangan investasikan uang, tapi investasikan dulu waktu untuk belajar. Atau bertanya pada yang ahli atau mentor anda.

“Bisnis yang bagus itu tidak diukur dari popularitas pemiliknya tetapi dari kompetensi pelakunya,” jelas Heppy. Kompetensi itu bisa dilihat dari perjalanan atau rekam jejak pelakunya, tidak dari story-nya. Di sinilah perlunya intelektual kita untuk memutuskan bukan dengan emosional karena Business is intlectual sport, it’s not emotional sport. Layaknya permainan yang lain, untuk bisa sukses dalam kita harus memiliki ilmunya sebagaimana yang diajarkan Rosul, “Siapa yang ingin dunia harus dengan ilmu, yang ingin akhirat dengan ilmu dan yang menginginkan keduanya harus dengan ilmu,” kata Heppy mengakhiri. (2as)

Baca juga:  Mengelola Keuangan Ala Rasulullah

Sumber: http://iibf-indonesia.com/

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *