Manusia-Manusia Tanpa Hutang 1 & 2

Wiping debts away.

Kawanku di Jakarta hijrahnya gak tanggung-tanggung, rumahnya yang masih KPR dijual, Honda Jazz putih yang dulu perlente dipakainya pun dijual. Sekarang tinggal di rumah kontrakan, memulai bisnis baru yang sangat berbeda dengan bisnisnya yang dulu.

“Sap, ketika aku menjual semua asetku dan hutangku lunas, ada perasaan plong di hati yang tidak ternilai, bangun pagi rasanya bebasssss… Tak ada sedikitpun mikiran cicilan ini itu lagi. Sebulan kalo dapat uang 20jt, duitnya ya utuh, kebutuhan keluarga paling 5 juta dah cukup.. Gak ada lagi kertas-kertas tagihan dengan nominal dan beban bunga yang bikin nyesek! Dan Allah tidak pernah ingkar janji.. Aku bisa memulai bisnis lagi, bangkit lagi, tanpa harus hutang disana-sini”
Senyumnya begitu lepas.. Tanpa beban.

Kawanku lainnya di Jogja, pengusaha advertising memilih tak pernah tanda tangan apapun dengan surat hutang. Mobil sudah ada dari kantor untuk operasional, wira wiri dia masih setia naik motor, kalo ku goda “wis dadi boss mbok numpak mobil Mas”

Jawabnya cukup ini: “ah Valentino Rossi yang kaya raya aja naik motor kok”

Penghasilannya sebagai pemilik bisnis, penulis buku, dan inspirator di berbagai seminar tentu gampang kalo untuk datang ke dealer, tanda tangan surat hutang, DP 30% dan langsung bawa pulang Innova pun bisa. Tapi itu tidak dilakukannya.. Tetap naik motor, tapi kemarin beli iPhone 6 plus harga 14 juta pun cash, beli MacBook puluhan juta pun cash, iPad malah ada yang ngasih.

“Mas aku mau beli rumah nih, tapi cash gak mau hutang.. Sekarang terus ngumpulin uang, ketemu yang cocok bayar..”

“Enak lho gak punya hutang, sholat juga tenang, gak kemrungsung, naik motor juga woles aja tuh.. Gak takut dikuntit debt colector, di rumah juga santai gak ada penagih hutang gedor-gedor rumah”

Mmmm.. Gitu yaa

Ada lagi anak muda yang baru kukenal di Jogja, bisnisnya baru dua tahun tapi tumbuh luar biasa, bangkrut di bisnis jualan jus usai jadi sarjana, sempat galau lalu bangkit dengan bisnis ayam gepreknya. Join dengan kawannya, kerja bareng-bareng memulai usaha, fokus, tekun, gak neko-neko.. Sekarang sehari omzetnya tembus 13-15juta. Kutanya langsung isi dapurnya, dengan omzet segitu sebulan dapat profit bersih berapa?

“Alhamdulillah mas, bulan kemarin bersih dapat 97 juta”

Baca juga:  Jam Terbang Tinggi Tidak Otomatis Menjadi Ahli

Wow!!!

“Kalian punya hutang di bank?” Tanyaku

“Sejak awal bisnis kami tidak pernah berhutang, setiap ada untung kami gak ambil, diputer terus, digulung terus, puter lagi, sampai sekarang punya 3 cabang. Kami ingin fokus di bisnis mas, bukan di hutang…”

Anak muda dengan profit nyaris 100jt sebulan itu tetap naik motor ketika berlalu dari hadapanku..

Wahai.. Wahai.. Wahai dirimu yang masih berprinsip hutang itu mulia, numpuk hutang disana-sini, bangga banget dengan aset hutangan yang dipamerkan di semua sosmed, agar dapat label “sudah saksesss!!” dari kawan dan orang sekitar, inget kalo engkau tidak mampu membayar akan masuk kategori gharim.. Layak dan berhak dizakati.. Mendapat bagian 2,5% dari harta orang lain seperti fakir miskin.

Dan aku jadi saksi, ketika berkeliling kota-kota bertemu dengan banyak pengusaha yang dulu bangga dengan aset-asetnya, sekarang datang dengan wajah murung dalam jeratan hutang tak berkesudahan..

Masih mau terus hidup dalam kepalsuan?

@Saptuari

Manusia-Manusia Tanpa Hutang 2

Tahun 2010 ketika aku bertemu mas Toro di salah satu bank BUMN terbesar, dia begitu bersemangat:
“Tenang mas, besok aku mau bikin Dokter Bakso, wis tak jamin rame.. Aku pun pengen jadi pengusaha!” Katanya

Aku hanya mringis saja.. Hehe

Waktu berlalu, 4 tahun tak bertemu tiba-tiba aku ketemu mas Toro di sebuah resepsi nikah, wajahnya begitu cerah prengas prenges. Ketika kutodong mana Dokter Baksonya?

“Allah menunjukkan jalan lain yang lebih luarrr biasa mas, besok aku ceritakan”

Baru 2 minggu lalu aku kerumahnya, tercenung mendengar kisahnya.

“Sudah tiga tahun aku resign dari Bank itu mas, posisi sudah mapan dengan gaji 10jt perbulan, setahun aku bisa menerima bersih 200 juta termasuk bonus-bonusnya, namun dalam hati terdalam aku gelisah luar biasa, hutangku menumpuk 450juta, kartu kreditku platinum hutangnya puluhan juta. Dan aku setiap hari berkeliling menawarkan hutang-hutang baru kepada nasabahku. Ada yang mengganjal dalam hatiku ketika membaca ayat-ayat Quran tentang riba, ditambah dengan nasabah-nasabahku yang kelimpungan ketika bisnisnya merugi dan tidak bisa membayar cicilan, pihak bank tidak mau tau tetap ditagih untuk membayar.. ”

Aku terdiam, karena akupun pernah mengalaminya. Ketika jatuh tempo membayar terlewati satu hari saja mereka sudah menelpon dan SMS tiada henti.. Risihnya setengah mati. Mereka gak peduli kalo uangnya masih diputar untuk beli bahan baku dan operasional sana sini.

Baca juga:  Ust. Bachtiar Nasir: Jadilah Pedagang Seperti Pejuang

Lanjutnya,

“Bismillah.. Aku niatkan pada Allah membersihkan diri mas, aku resign dari bank ditengah pertentangan kawan dan keluarga, uang pensiunku hangus, aku hanya punya keyakinan.. ALLAH TIDAK AKAN INGKAR JANJI”

Nekat bener ini orang..

“Aku bilang pada istriku mas, rumah kami akan kujual.. Kita ngontrak dulu, kita mundur selangkah untuk melompat maju. Uangnya aku gunakan untuk beli tanah, aku bangun rumah petak dan mulai aku jual. Alhamdulillah langsung laku. Hasil penjualan aku belikan tanah lagi, bangun jual lagi. Begitu seterusnya. Dalam 2 tahun hutangku lunas mas.. Aku sudah bisa membeli rumah ini cash. Semua hutang kartu kreditku juga lunas”

Wow.. Terus?
“Ketika kita yakin seyakin yakinnya dengan kekuasan Allah, kita niat membersihkan diri, jalan akan terbuka luas mas. Tahun lalu aku membeli tanah di dekat Jogja Expo Center, kudiamkan saja. Aku hanya di rumah, anter anak sekolah.. Tiap adzan aku langsung ke Masjid sholat berjamaah. Pokoknya tidak boleh telat.. 10 bulan kemudian tanah itu ditawar orang, aku lepas untungnya 900 juta. Sekarang coba mas, pekerjaan apa yang bisa memberiku gaji sebesar itu dalam 10 bulan?. Aku hanya punya keyakinan ingin bebas riba, ngikut aturan Allah.. Dan sungguh Allah tunjukan jalannya, Allah tidak ingkar janji mas..”

Obrolan siang itu sudah memecah konsentrasiku, ketika mas Toro mengantarku ke depan rumahnya, Panther terbaru sudah ada disana.

“Empat tahun lalu aku hanya karyawan bank dengan motor tiger itu, ketika aku manut pada aturan Allah, ternyata benar-benar Allah tunjukkan jalannya.. Rumah ini aku beli 500jt, renovasi sedikit habis 100juta, sekarang sudah diatas 1 milyar nilainya..”

Lain hari seorang ustadz mengirim capture dari seorang pengusaha di Bogor yang juga melepas aset-asetnya. Dijual demi melunasi hutang, tak peduli lah dengan gaya hidup dan pamer kemewahan kalo itu hanya utangan. Semu dan palsu belaka..

Bener kalo ada yang pernah mengingatkan, bisnis itu bukan hanya soal untung rugi, tapi surga atau neraka..

Maha Benar ALLAH dengan segala firmannya..

@Saptuari

Bersambung: Manusia-Manusia Tanpa Hutang 3 & 4

Sumber: Belajar Wirausaha Bareng Saptuari

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

One thought on “Manusia-Manusia Tanpa Hutang 1 & 2

  • May 8, 2016 at 1:13 am
    Permalink

    subhanallah….saya juga punya komitmen sama…memang posisi karyawan sangat menyepelekan hutang.hal itulah yang sebelumnya menjadi kebiasaan di diri saya.walaupun saya pernah punya ini itu semua dari hasil hutang.akhirnya saya terjebak hutang,dan baru sadar dan taubat untuk menjauhi hutang karena sekarang sudah resign dari kerja dan memilih usaha,hal itulah yang membuat saya ingin segera terbebas dari riba,karena sudah tidak ada penghasilan pasti tuk bayar hutang.ya,saya rela melepas semua aset saya dan keyakinan saya mau mulai dari nol,dan saya sangat yakin,saya akan bisa beli itu semua dengan cara cash.dan satu harapan,doa,dan keyakinan saya usaha harus berhasil..amiiinnn…apapun akan saya beli dengan cash…secuil pun saya tidak akan bersentuhan lagi dengan hutang…amiiin…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *