Jam Terbang Tinggi Tidak Otomatis Menjadi Ahli

10.000 Jam Terbang = AHLI ..?!

10 ribu jam terbang TIDAK OTOMATIS akan membuat kita menjadi ahli, jika…!!!

Pengalaman bertahun-tahun tidak selalu mengajarkan kita jadi ahli: Mengapa tante kita telah memasak selamat tiga puluh tahun, tetap saja masakannya tidak enak? Atau kenapa guru SMA kita sudah mengajar 20 tahun tetap saja membosankan kalau mengajar? Bukankah mereka berpengalaman? Kalau bukan pengalaman, apa yang membuat orang menjadi ahli?

Coba bayangkan bila, tante kita itu punya rasa keingintahuan tinggi: Sebenarnya memasak soto yang enak itu bagaimana ya? Kenapa anak2 sukanya makan di soto Pak Sadi, dan rawon Setan, dan nasi Bu Rudi? Lalu tante me-riset, apa saja kira2 yang harus ditambah kurangi, mulai mencoba memasak, meninta keponakan2 mencoba dan mengkritik, memperbaiki lagi masaknya dengan beberapa bumbu tambahan dan mencoba lagi, lagi, lagi. Walaupun mungkin tidak akan seenak Pak Sadi, rawon Setan atau Bu Rudi, saya yakin setelah 2 tahun saja masakannya akan jauh lebih enak daripada sekarang.

Pengalaman tidaklah otomatis membuat kita jadi ahli. Yang pasti pengalaman membuat kita terbiasa. Padahal pada jaman ini, kecuali kita jadi ahli, kita sulit bersaing dengan kompetitor kita. Dunia sudah menjadi kompleks, kita akan cepat tertinggal tanpa memperbaiki diri secara terus menerus.“Bisa” saja tidak cukup, kita harus jadi “hebat”.

Segala kemajuan jaman diawali dengan “curiosity”, rasa keingintahuan untuk menjadi lebih mengerti, lebih tahu, lebih paham. Semua manusia dilahirkan dengan DNA ini, semua kemajuan jaman didorong oleh ini. Dari pemahaman bulan purnama, waktu menanam padi, menjaring ikan dilaut, media cetak, sampai internet. Sering “curiosity” kita mati dibunuh kesibukan yang berdatangan terus.

Baca juga:  5 Cara Sederhana Mengelola Laba Usaha

“Curiosity” dilanjutkan dengan “Research”, riset tentang hal2 yang berkaitan dengan apa yang ingin kita temukan, seperti tante kita mungkin harus kepasar melihat2 bahan, harus telpon teman2nya tanya, dan diselesaikan dengan “Action”, tindakan2 yang nyata. Kalau tante tahu, tapi tidak mencoba, bagaimana dia bisa berhasil memasak soto yang enak, rawon yang nikmat?

Universitas Kehidupan, memberikan kesempatan kepada semua individu untuk belajar dan maju dalam bidang apa saja yang dimauinya. Hanya dibutuhkan “Curiosity, Research, Action” yang memadai untuk menjangkau apa saja yang kita inginkan. Untuk bidang pilihan apa saja yang kita memang mau.

Saya teringat almarhum Pak Teja, guru fisika SMA yang mengajar dengan jelas dan cerdas dan menarik, yang masih saja belajar sampai menjelang akhir hayatnya. Dan saya terlupa bepuluh guru yang tidak juga mau belajar untuk “mengajar dengan baik”, yang tidak punya “passion” ketika mengajar, yang jiwanya mungkin saja telah mati, dan hanya mengulang kata2 tanpa arti didepan kelas, dan kita semua mengantuk mulai membenci kata “belajar” dan “sekolah”.

Dalam batas tertentu kita diberi bakat untuk sebuah pekerjaan, tapi hasil riset terakhir mencatat bahwa faktor “deliberate practice” lah yang membuat orang menjadi hebat.
Bakat hanya memberi sedikit pemacu “booster”, sedangakan mesin penggerak kemajuan kemampuan kita adalah “Action”, tindakan2 berupa “latihan yang berkelanjutan”. Latihan yang membuat kita menjadi lebih baik, yang harus kita lakukan terus menerus.

Skill, Knowledge, Attitude kita, yang merupakan kompetensi dalam dunia kerja, merupakan hasil dari apa yang kita pelajari, baik dengan senang hati, ataupun dengan terpaksa. Kemampuan kita akan statis, pengetahuan kita akan berhenti, dan sikap kita akan buruk, bila tidak ada keinginan untuk maju.

Baca juga:  UKM Indonesia, Better Go Digital Now: Interview dengan Nayoko Wicaksono, CEO Seekmi.com

Dengan menusuk, Mary Oliver menulis: “Listen–are you breathing just a little, and calling it a life?”. Ketika kita masuk dalam ruang kenyamanan, dan hanya bernafas untuk hidup, dan tidak lagi mau menjadi lebih baik, bukankah berarti kita sudah “tamat” sebenarnya? “Dengarkan – kau hanya bernafas sedikit saja, dan mengatakan itu hidup?”

Semangat Jumat..!!!

Gambar: http://gores-penaku.blogspot.co.id/2013/11/jam-terbang.html

Sumber: https://www.facebook.com/ekojulipurwanto/posts/10206570442338211

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *