Habibie Afsyah:Kelemahanku adalah kelebihanku

Habibie Afsyah Kelemahanku adalah kelebihanku

Hidup bukan hanya sekedar tulisan. Dimana kamu dapat dengan mudah mengganti kertas yang tidak sengaja terobek karena penamu yang terlalu tajam. Hidupmu bukanlah kertas.
Kamu harus tetap melanjutkan sisa tulisanmu di kertas yang robek hingga selesai dengan lebih berhati-hati. Biarlah robekan yang ada tetap merusak beberapa baris kata saja di awal paragraf hidupmu.

“Ma, jari tangan kanan tolong agak ke kiri sedikit,” ungkap Habibie Afsyah. Sang ibu, Endang Setyati melakukan apa yang diinginkan putra bungsunya. Belum sampai lima menit, ia meminta sang ibu mendorong kursi roda kedepan. Di pangkuannya, sebuah bantal diletakkan. Jari-jarinya diletakkan di atas keyboard komputer. Tangan kirinya aktif menggunakan mouse untuk melakukan aktivitas di depan komputer. Jangan bayangkan ia hanya menggunakan komputer saja. Sebuah komputer 32 inchi terpasang di bagian atas. Di bawahnya, terdapat lima layar komputer berukuran 17 inchi. Semua itu dinyalakan sekaligus. “Tapi harus ada musik karena saya tak bisa kerja tanpa musik,” katanya.Habibie adalah sosok internet marketer yang difabel. Pria kelahiran Jakarta, 6 Januari 1988 ini menderita Muscular Dytrophy tipe Becker. Suatu mutasi spontan di gen systropin pada kromosom XP21. Penyakit yang secara perlahan membuat otot-ototnya menjadi semakin melemah dan fisi
knya menjadi tak berdaya. Ia bahkan divonis oleh dokter akan meninggal pada usia 24 tahun. Namun berkat dorongan dari dalam diri serta keluarganya, ia pun bangkit.
Alkisah, Habibie terlahir normal seperti bayi lainnya. Namun pada usia sembilan bulan, Endang menyadari ada yang lain pada diri buah hatinya itu. Habibie pun menjalani berbagai ritual yang tak mengenakkan bahkan menyakitkan. “Dulu pas masih kecil, saya hanya bisa menangis saja,” katanya kepada GATRA. Ia dimasukkan di dalam kotak yang ternyata membuat satu bagian tulangnya terlepas. Ini pun baru diketahui setelah melalui pemeriksaan dokter.

Baca juga:  Cara Cepat Paling Jitu Sukses Berbisnis

Dari sinilah, Habibie pun berhenti di terapi namun di optimalisasi potensi yang ada dalam dirinya. Diskriminasi bahkan olokan sering diterimanya. Sejak ia masih TK YPAC. Ia lantas dipindahkan di TK Lab Setia Budi. Saat duduk di sekolah dasar ia pun sempat berpindah sekolah pada kelas 3. “Banyak teman yang mengolokku,” katanya lagi. Ia berhasil lulus dari SMA Yayasan Sunda Kelapa pada tahun 2006.

Satu pertanyaan pun menggangu pikirannya. “Apa yang akan saya lakukan selepas SMA,” katanya. Namun pertanyaan itu terlintas begitu saja seiring kegemarannya pada permainan game online. “Dari bangun tidur hingga tidur lagi, saya hanya bermain game,” katanya. Akibatnya, biaya internet di rumahnya melonjak hingga Rp 1,3 juta per bulan.

“Saya bilang saya bisa cari uang sendiri,” kata Habibie kepada ibunya. Dan, ketika melihat kegilaan Habibie kepada dunia internet begitu menggila, ia pun mendaftarkan Habibie untuk mengikuti pelatihan internet marketing dengan biaya Rp 5 juta selama dua hari. “Namun saya nggak ngerti apa-apa,” katanya. Namun sang ibu berkeras agar Habibie mengikuti kelas advanced walaupun harus menjual mobil untuk membiayai kursus itu sebesar Rp 15 juta. “Saya merasa buang-buang uang,” katanya.

Toh, itu semua menjadi bekal pada kehidupannya kelas. Selepas kursus, ia mengembangkan bisnis pemasaran dengan membuat website. Padahal itu tak mudah. Namun, ia berhasil melakukannya.Lihat saja website rumah101.com yang awalnya ia buat gratis agar orang tertarik untuk memasang penjualan rumah di dirinya. Namun kini, pemasang iklan harus membayar Rp 100.000 untuk sekali pasang, selamanya. Habibie juga memberikan layanan jasa SEO (search engine optimisation). Caranya, dengan mengoptimalisasikan mesin pencari untuk membantu meningkatkan kualitas website di search engine Google. Konsumennya tentu semakin mendapat keuntungan. Ia juga mengembangkan website www.ponsel-quran.com.

Baca juga:  Dulu guru bergaji Rp 180 Ribu/bulan, kini hartanya Rp 251 Triliun

Kini, perjuangannya membuahkan hasil. Ia kerap diundang sebagai pembicara di berbagai seminar. Sebagai motivator di Lapas Anak Tangerang dalam HUT Kemerdekaan RI Agustus 2008. Mulai sebagai Pembicara di seminar Internet Marketing Laga Einvenst UI 2008, Pembicara Edu-Preneur di Univ. Pendidikan Indonesia Negeri – UPI Bandung 2009 dan sebagainnya.

Ia pun dapat meraup untung hingga Rp 10 juta-Rp 15 juta per bulan. Hasil dana yang ia peroleh membuat ia tak menikmati sendiri. Ia kerap datang ke berbagai panti agar menularkan ilmu dan memberikan semangat bagi penyandang difabel lainnya. Walaupun kini, ia mengaku penjualannya agak menurun, namun ia tak pernah berputus asa.

Sumber: http://www.gatra.com/kolom-wawancara/18932-habibie-afsyah-dulu-saya-hanya-bisa-menangis-saja.html

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *