GJ Hart Sempat Dipandang Sebelah Mata

GJ Hart Sempat Dipandang Sebelah Mata

GJ Hart tidak bisa melupakan peristiwa yang terekam sepanjang hidupnya, saat pertama kali ia menghadiri pertemuan bisnis di New York, 1980 silam.

Pertemuan bisnis itulah yang membuatnya menginjakkan kaki pertama kali di New York. Ia masih berusia 22 tahun saat itu. Datang dari Virginia dan ditertawakan orang-orang yang hadir dalam pertemuan tersebut

Kala itu Hart menggunakan pakaian yang berbeda. Alih-alih pakai jas dan dasi, ia memilih gaya unik Virginia, ala cowboy.

“Saya selalu ingat dengan peristiwa tersebut. Saya hanya seorang anak desa dari Virgina dan mereka benar-benar mengolok-olok saya. Saat itu saya bertekad akan membuktikan bahwa mereka salah dan tak seorang pun bisa menertawakan saya lagi,” katanya seperti dilansir Off The Cuff Yahoo Finance CNBC, 15 Februari 2013 lalu.

Hart dan keluarganya berimigrasi dari Belanda ke Amerika Serikat saat usianya baru 5 tahun. Hart muda belajar bahasa Inggris dan mati-matian beradaptasi dengan gaya hidup Amerika Serikat.

Jiwa kepemimpinan Hart tumbuh secara alami. Ia selalu ingin mengontrol situasi. Hart remaja secara inisiatif selalu memimpin pertandingan American Football dalam setiap liga kecil di kotanya. Ia juga menjadi kapten dalam setiap olahraga yang ia ikuti.

“Saya harus mengorganisasikan kekacauan. Tak ada yang menunjuk saya, saya sendiri yang menunjuk. Saya merasa seseorang harus memimpin pertandingan, mengapa tidak saya?” katanya.

Selesai kuliah, Hart bergabung dengan Shenandoah Valley Poultry Company dan selama delapan tahun ia berhasil menjabat General Manager dan mempunyai anak buah sekitar 500 orang. Karirnya meroket dan menduduki berbagai jabatan penting di berbagai perusahaan.

Pada 2000 lalu, Hart bergabung dengan Texas Roadhouse, sebuah restoran dengan jaringan luas di Amerika Serikat dan berhasil menjabat sebagai CEO pada 2009 lalu. Hart mengoperasikan lebih dari 350 restoran Texas Roadhouse.

Baca juga:  Habibie Afsyah:Kelemahanku adalah kelebihanku

Selama 10 tahun bekerja di Texas Roadhouse, ia berhasil meningkatkan pendapatan perusahaan dari US$63 juta menjadi US$1 miliar. Jiwa kepemimpinan, strategi yang visioner dan kemampuan untuk mengayomi karyawan telah menjadi pilar Texas Roadhouse meraih kesuksesan.

“Bisnis sempurna adalah saat saya dapat bersentuhan dengan banyak orang dan membuat mereka merasa senang dengan keadaan diri mereka sendiri, sehingga pada saatnya mereka akan membawa perusahaan ini mencapai misi. Ini semua bukan tentang saya, tapi bagaimana saya dapat melayani mereka,” katanya.

Hart berkomitmen kuat menyejahterakan pegawai. Sebagai CEO Texas Roadhouse, ia mengadakan liburan bersama dengan seribu karyawannya selama lima hari pada 2009 lalu. Padahal, Amerika waktu itu sedang mengalami resesi ekonomi yang berat.

Gathering tersebut menghabiskan dana hingga US$2 juta. “Pegawai adalah aset terbesar kami dan ini investasi yang akan menghasilkan keuntungan yang besar,” katanya.

Definisi kekayaan bagi Hart adalah ketika ia memiliki cukup waktu dan uang untuk dapat membuat perbedaan di hidup orang lain. Kinerja Hart yang cemerlang ini dilirik perusahaan lain. Saat ini, Hart menjabat sebagai Executive Chairman, Chief Executive Officer dan President California Pizza Kitchen.

(Sumber: http://bisnis.news.viva.co.id/)

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *