Cara Cepat Paling Jitu Sukses Berbisnis

Teguh-Wibawanto

Pernah berpikir untuk mendaki Semeru (gunung tertinggi di pulau Jawa) sampai ke puncaknya? Beberapa tahun lalu penulis menonton sebuah film yang menceritakan sekelompok anak muda yang mendaki gunung itu. Ada 6 orang pemeran yaitu 2 wanita dan 4 pria, salah satunya ada yang bertubuh cukup gemuk.

Dalam perjalanan pendakian tersebut, terlihat pemandangan indah danau Ranukumbolo dan padang bunga. Singkat cerita, setelah melewati beberapa rintangan, akhirnya mereka sampai juga di puncak Mahameru yang sudah mereka cita-citakan.

Melihat kejadian yang “tampak” mudah di film tersebut, penulis lantas mengajak teman-teman pengusaha untuk mengikuti aksi di film tersebut. Pikiran sederhana penulis, orang gemuk dan wanita saja bisa, masa penulis nggak mampu?

Salah satu respon teman penulis yang sudah terbiasa naik gunung tersebut mengatakan, lebih baik kita coba mendaki gunung Lawu di Solo terlebih dahulu. Setelah itu baru mencoba gunung Semeru.

Kami pun mencoba mendaki gunung Lawu, dan itulah pengalaman pertama penulis mendaki gunung sampai ke puncak. Setelah mencoba merasakan tantangan mendaki gunung Lawu, beberapa bulan kemudian, kami mencoba mendaki gunung Semeru.

Ternyata pengalaman yang sebenarnya terjadi, tidaklah semudah di film. Tantangan demi tantangan penulis lewati, dan dengan bimbingan rekan penulis yang sudah beberapa kali mencapai puncak, akhirnya penulis pun bisa mencapainya.

Baru setelah itu, penulis mendengar kisah-kisah dibalik syuting film tersebut. Ternyata tidak mudah bagi para pemerannya untuk mencapai puncak. Konon, ada yang sampai ditarik oleh porter-porter, agar para aktor dan aktris film tersebut, sampai pada titik tertiggi.

Bagaimanapun Caranya!

Pelajaran berharga dari pengalaman mendaki gunung tersebut, meskipun pada awalnya mencapai puncak adalah sebuah perjalanan panjang dan jauh, tetapi apabila kita dibimbing oleh seseorang yang sudah melewati jejak jejak tersebut, akan terasa lebih mudah dan lebih percaya diri menghadapi rintangan-rintangan yang ada.

Baca juga:  Tony Christiansen: 4 Langkah Membangun Can-Do Attitude

Atasi Tantangan

Dalam dunia bisnispun demikian. Jika kita punya goal tinggi, pada awalnya bisa saja tidak percaya diri untuk mencapai visi atau goal tersebut. Tapi apabila kita memiliki seorang mentor, yang pernah melalui rute-rute mencapai puncak tersebut, tantangan demi tantangan akan terasa lebih mudah.

Siapakah mentor itu? Syarat utama seorang mentor adalah sudah mencapai posisi yang kita inginkan dan mereka mau berbagi pengalamannya. Berbeda dengan seorang coach. Seorang coach atau pelatih sepak bola misalnya, tidak harus lebih pintar dari pemain bola yang dilatihnya.

Seorang mentor, bisa berbagi pengalamannya, melalui beberapa media. Anda bisa menggali ilmu dengan membaca bukunya, mendengarkan audio book, atau dengan menonton video trainingnya.

Ketiga cara tersebut relatif lebih murah, dan bisa dengan mudah diulang-ulang. Cara lain yang lebih efektif, mengikuti seminar life-nya. Kelebihan mengikuti seminar, bisa langsung bertatap muka, dan bertanya apabila memungkinkan. Kekurangan mengikuti seminar,  materi yang diberikan, biasanya sangat umum, dan Anda dituntut untuk bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam rencana kerja yang sesuai dengan bisnis.

Selain itu, setelah kita menerapkan apa yang sudah dipelajari, belum tentu seindah yang dibayangkan saat mengikuti seminar. Apalagi setelah seminar, tidak memungkinkan untuk bertanya secara intensif, kepada mentor yang memberikan materi tersebut.

Paling Efektif

Lalu cara mentoring apa yang paling jitu? Jawabannya, adalah mentoring langsung one on one. Jadi kita sebagai leader, atau bersama tim, langsung belajar kepada seorang expert yang sudah mencapai goal (yang kita inginkan).

Saat mentoring kita bisa menceritakan goal, strategi dan rencana kerja yang akan kita terapkan untuk mencapai goal tersebut. Seorang mentor akan menguji goal, strategi dan rencana yang sudah kita tetapkan, lalu di bandingkan dengan pengalaman dia dalam menghadapi tantangan serupa.

Baca juga:  Dulu guru bergaji Rp 180 Ribu/bulan, kini hartanya Rp 251 Triliun

Dengan cara yang sangat praktis ini, kita bisa memperoleh umpan balik dengan cepat. Sehingga tidak perlu terlalu sering mengalami kegagalan. Kelebihan lain program mentoring ini, setiap eksekusi untuk mencapai hasil, akan lebih memperhatikan hal-hal detail. Karena sukses itu, menyangkut bagaimana hal-hal detail bisa dikuasai. Marketing kepada market baru.  Dalam eksekusinya, sangat detil menyangkut bagaimana cara mencari target market dengan pas, membuat brosur yang cocok, memilih desain, foto, komposisi warna, font,  kalimat yang bisa memukau, pemilihan model, jenis kertas, cara menyebarkan, mencari orang yang tepat untuk mengeksekusi, dan banyak hal detil lagi yang sangat menentukan keberhasilan strategi tersebut.

Hal-hal detil tersebut sangat jarang dibahas di buku-buku bisnis, atau seminar sekalipun. Sementara keberhasilan eksekusi, menyangkut hal hal yang sangat detil. Oleh karena itu, sangat penting memiliki seorang mentor, dalam menjalankan bisnis agar cepat sampai puncak yang sudah kita tetapkan.

Jadi seperti cerita mendaki gunung tadi. Anda tidak perlu mencari jalur baru mencapai puncak. Karena bisa jadi, pada saat mencari jalur baru, bisa ketemu jurang atau binatang buas. Cukup manfaatkan jejak para pendaki yang sudah menempuh gunung itu. Yakinlah, apabila mengikuti jalur yang sudah pernah ditempuh, akan lebih mudah mencapai puncak.

Teguh Wibawanto
Direktur Kerjasama Eksternal TDA

(Dimuat di majalah Ide Bisnis Agustus 2014)

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *