Cara Berniaga Seperti Rasul

Cara Berniaga Seperti Rasul

PERNIAGAAN adalah perkara yang penting dalam Islam, malah menjadi satu terminologi yang sering disebut dalam al-Quran, contohnya:

“Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan tetap mendirikan solat serta mendermakan dari apa yang Kami kurniakan kepada mereka secara sembunyi atau secara terang-terangan, mereka mengharapkan sejenis perniagaan yang tidak akan rugi(35:29)”

“Wahai orang-orang yang beriman. Mahukah Aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang boleh menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya? Yakni kamu beriman kepada Allah dan rasul-Nya, serta kamu berjuang membela dan menegakkan ugama Allah dengan harta benda dan diri kamu, yang demikian itulah yang lebih baik bagi kamu, jika kamu hendak mengetahui (61:10-11)”

Kenapa Allah menyebut perniagaan dan bukan pekerjaan? Karena perniagaan itu adalah sesuatu yang menguntungkan dan memerlukan usaha kita sendiri. Dan bias juga merugikan sekiranya tidak dijalankan dengan betul.

Dan Rasulullah sering dianggap miskin. Tidak, Rasul adalah seorang yang kaya. Cuma hidup yang dijalaninya tidak seperti orang-orang kaya. Lihatlah ketika Rasul berjuang, contohnya berperang. Baju perang, pedang Rasul adalah dari yang terbaik, kuda-kudanya adalah dari jenis yang terbaik. Makna kata seluruh harta Rasul  digunakan untuk memperjuangkan Islam, bukan membuncitkan perut sendiri. Malah Rasulullah pernah mengikat batu-batu ke perutnya untuk menahan lapar.

Rasulullah pernah bersabda tentang pemilikan harta:
“Harta itu merupakan kekayaan terpuji tetapi hanya bagi orang yang soleh, kerana orang yang soleh akan menggunakan hartanya secara bijaksana, tidak dikotori rasa angkuh yang menghilangkan keberkatan dari Allah.”
Nah, bagaimana Rasul berniaga?

Tidak Pernah Berdebat

Rasulullah ketika berniaga, tidak pernah menyakiti hati peniaga lain. Hal ini diakui oleh mereka yang pernah berurusan dengan Rasul SAW sebelum beliau diangkat menjadi rasul. Dalam satu peristiwa, seorang peniaga bernama Saib bin Ali Saib datang menemui Rasulullah SAW. Melihat Saib datang, Rasulullah berkata, “Mari, mari. Selamat datang saudara saya, dan rekan niaga saya yang tidak pernah bertengkar,” kata Rasulullah. Saib membalas dengan berkata, “Kita tidak pernah bertengkar sebab tuan peniaga yang sentiasa lurus dan tepat dengan perkiraan.”

Baca juga:  Lakukan lebih baik dari yang ditugaskan!

Teknik Menjual Yang Unik

Mengikut riwayat, Nabi menjual barang-barang tidak seperti yang dilakukan oleh kebanyakan peniaga atau saudagar lainnya ketika itu. Baik peniaga Arab atau pun bukan Arab. Biasanya para peniaga menjual barang-barang dagangan mereka dengan meletakkan harga yang setinggi mungkin. Tetapi Nabi menjualnya dengan cara memberitahu harga pokok dan meminta para pelanggan atau pembeli membayar berapa harga yang mereka kehendaki.

Dengan cara ini pembeli merasa puas dan senang hati karena mereka merasa tidak tertipu oleh peniaga. Lalu mereka membeli dengan larisnya sehingga barang-barang Nabi paling laku dan cepat habis dibandingkan rekan-rekan Rasul yang lain. Selain itu Nabi juga mengambil sikap menjual dengan harga modalnya saja apabila si pembelinya seorang yang benar-benar miskin tetapi memerlukan kepada barang itu. Rasul amat penuh rasa dan pengasihan belas kepada sesamanya. Manakah ada manusia yang menjual barang-barang dagangannya dengan harga modalnya saja selain Rasul?

Senantiasa Tersenyum

Satu lagi daya penarik yang luar biasa yang telah menarik para pembeli untuk mendekati barang-barang Nabi ialah sikap dan wajah Rasul  selama berjualan itu. Selaku seorang insan yang oleh Allah berwajah menawan dan gemar melemparkan senyuman kepada orang, maka Nabi menggunakan kelebihan itu. Walaupun tutur kata tidak seberapa, tetapi para pelanggan tetap menyukai orang yang berwajah manis dan selalu memberi senyuman kepada orang.

Jujur

Rasul  bersabda, “Peniaga yang dapat dipercayai dan beramanah, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercayai dan orang-orang yang mati syahid,” (Riwayat Al-Imam At-Tarmizi). Dalam konteks ini, kejujuran ditekankan kerana kejujuran merupakan elemen terpenting dalam perniagaan. Ketika kita berbincang mengenai perniagaan seorang Muslim, kita sebenarnya sedang membincangkan satu konsep perniagaan yang membangun hubungan kepercayaan di antara peniaga dan pelanggan, dan hal ini tidak bisa dicapai dengan adanya dusta dan penipuan.

Pada suatu hari, Rasulullah berjalan-jalan di kawasan pasar bandar Madinah. Rasul  lalu menemui seorang peniaga yang menjual buah-buahan. Rasulullah memeriksa buah-buahan itu dengan memasukkan tangannya ke dalam satu buah-buahan itu. Kemudian Rasulullah menarik tangannya keluar dan menunjukkan jarinya yang basah kepada peniaga itu. “Apa ini saudara?” tanya Rasulullah. “Terkena hujan, tuan,” kata peniaga itu. “Mengapa saudara tidak letakkan buah-buahan yang basah itu di sebelah atas supaya orang dapat melihatnya?” kata Rasulullah. Kemudian Rasul  berkata lagi, “Barang siapa menipu, dia bukan pengikutku.”

Baca juga:  10 Tips Sukses untuk Pengusaha UKM

Tidak Bersumpah Palsu

Dengan tegas, Rasulullah SAW mengecam amalan perdagangan yang dipenuhi tipu daya. Apalagi sampai bersumpah palsu, mengandungi unsur riba atau berbisnis di pasar gelap. Sebab, model bisnis seperti itu tak hanya merugikan orang lain, tapi juga membuat perniagaan yang dijalankan tidak lancar. Hal itu sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam sebuah hadis, “Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual-beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang) akan dihapuskan keberkahan jual-beli mereka.” (HR. Muslim) Rasulullah SAW mengajarkan kepada para sahabat untuk tidak melakukan sumpah, karena hanya akan mengakibatkan hilangnya berkah.

Lemah Lembut

Rasulullah SAW senantiasa mengamalkan sikap baik hati dan lemah lembut ketika menjalankan perniagaan. Jabir meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Allah SWT memberikah rahmat kepada orang yang berbuat baik ketika ia berjualan, ketika ia membeli dan ketika ia membuat tuntutan.”

Fasih Tutur Kata

Rasulullah SAW merupakan seorang yang mempunyai kefasihan dalam tutur katanya. Tutur katanya lembut, lunak didengar, tidak pernah berbohong dan senantiasa jujur. Oleh itu, tidak heran ketika mengatur perniagaan harta Khadijah, Rasul  memperoleh keuntungan yang banyak. Terdapat sebuah hadis yang menceritakan kefasihan Rasul  yang telah diriwayatkan oleh Al-Tarmizi dari Syaidatina Aishah: “Adalah Rasulullah berkata-kata dengan perkataan yang terang serta jelas lagi tegas, dapat dipahami oleh setiap orang yang mendengarnya (duduk bersama Rasul )

Sumber:

  1. http://www.islampos.com/cara-berniaga-seperti-rasul-1-86600/
  2. http://www.islampos.com/cara-berniaga-seperti-rasul-2-habis-86681/

TDA Balikpapan

TDA Balikpapan adalah komunitas pengusaha yang berada di Kota Balikpapan. Beranggotakan mulai dari pengusaha kawakan, pengusaha amatiran, pencari usaha, karyawan dan pengangguran. Siapa saja yang punya komitment untuk maju dan sukses bersama-sama bisa bergabung di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *